Hotline : 081 917 331 531 ardni.satria@gmail.com

Mobil otonom atau mobil kendali otomatis hingga saat ini masih mengundang pro dan kontra. Pasalnya, meskipun teknologi telah berkembang pesat, masalah keamanan masih tetap menjadi kekhawatiran utama. Tidak ada kendaraan dengan kendali otomatis yang benar-benar tanpa resiko kecelakaan akibat kesalahan mesin otomatisnya.

Namun semakin hari hingga saat ini, ujicoba kendaraan mobil otonom sudah semakin banyak dilakukan. Bahkan sudah terdapat beberapa perusahaan besar di dunia yang telah mengeluarkan produk mobil otonom ini di seluruh dunia. Lantas, apa saja yang perlu diketahui seputar teknologi otomotif mobil yang satu ini?

Tingkatan Mobil Otonom

Mobil otonom atau mobil autopilot atau mobil kendali otomatis tidak begitu saja langsung berjalan sendiri tanpa sama sekali perlu kontribusi manusia. Sejauh mana kontribusi orang yang berada pada posisi kendali mobil ini ternyata dibedakan menjadi 6 level. Pembagian level ini dikeluarkan oleh society of automotive engineer. Berikut pembagiannya.

1. Level 0

Level 0 adalah tingkatan paling dasar dari kendali mobil. Semua mobil sejak pertama diproduksi berada pada level 0 yaitu manusia sebagai pengemudinya memiliki kendali secara penuh. Mulai dari mengemudi, akselerasi, rem atau melambatkan kendaraan semuanya masih sepenuhnya kendali pengemudi secara langsung.

2. Level 1

Pada level 1, kendaraan sudah mulai berkontribusi untuk melakukan otomasi terhadap pengemudi. Kendaraan level satu memiliki fitur adaptive cruise control yang melakukan pantauan terhadap kondisi pengemudi mobil lain di sekitarnya yang sedang melaju dan mengerem.

Mobil Otonom, sumber :
Mobil Otonom, sumber : lks Otomotif

3. Level 2

Level 2 adalah kendaraan mobil otonom yang bisa melakukan otomasi sebagian. Artinya kendaraan ini sebagian manual dan sebagian otomatis. Sebagian mobil berteknologi tinggi hari ini sudah berada pada level ini seperti mobil produksi Tesla milik Elon Musk.

Mobil level 2 bisa membantu untuk fungsi pengemudian mobil seperti melakukan akselerasi atau percepatan. Selain itu, fitur operasi mobil lain sebagiannya juga sudah otomatis dikendalikan oleh kendaraan. Bahkan pada mobil otonom level 2 pengemudi bisa melepaskan kendali kemudi untuk beberapa saat.

4. Level 3

Mobil otonom level 3 adalah mobil yang bukan hanya bisa otomatis dalam masalah kendali kemudi, namun juga bisa mendeteksi kondisi transportasi di sekitar kendaraan serta mengambil keputusan misalnya untuk menyalip kendaraan di sekitarnya. Begitu juga untuk masalah rem atau memutuskan untuk berhenti.

Mobil otonom level 3 ini, meskipun sudah memiliki fitur otomatis yang tinggi namun tetap belum sempurna sepenuhnya dalam kendali. Kendali otomatis termasuk keputusan untuk menyalip kendaraan dan mengerem hanya bisa dilakukan pada kecepatan rendah dan kondisi sekitar lalu lintas yang aman.

5. Level 4

Mobil otonom level 4 adalah kendaraan yang mampu mengemudikan, mengerem, mempercepat, memantau kondisi sekitar dan mengambil tindakan, menentukan kapan pindah jalur, berbelok, hingga menggunakan lampu tanda berbelok (sign). Jadi di tahap ini, mobil sudah tidak membutuhkan intervensi manusia dalam skala masif.

Namun, pengemudi masih memiliki opsi untuk menonaktifkan mode otomasi ini. Pengemudi bisa mengaktifkan mode otomasi ketika mobil memberi tahu bahwa kondisi sudah aman.

6. Level 5

Mobil otonom level 5 adalah kendaraan mobil yang sudah sepenuhnya tidak dikendalikan oleh manusia. Di level inilah teknologi otomasi pada mobil sepenuhnya memegan kendali tanpa ada kendali manusia sama sekali. Namun apakah sudah ada produksi mobil otonom level 5?

Kendali Otomatis, sumber, Sindo News
Kendali Otomatis, sumber, Sindo News

Pro Kontra Mobil Otonom

Mobil otonom memang menjadi masa depan dari dunia otomotif. Ide untuk meluncurkan teknologi ini sebenarnya juga untuk mengatasi berbagai problem dalam mengemudi mobil seperti belum cukup kemampuan, gangguan kesehatan seperti penglihatan dan lainnya yang menyebabkan kecelakaan yang berpotensi merenggut nyawa.

Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) mempelajari lebih dari 5.000 tabrakan dengan penyebab terperinci yang dikumpulkan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat. Ada ragam penyebab kecelakaan, mulai dari terlambat mengambil keputusan, gangguan penglihatan dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Penelitian ini menyebut kendaraan otonom dapat mencegahnya.

Mobil kendali otomatis ini ada kemungkinan meniru konsep yang sudah lebih dulu diterapkan pada transportasi seperti pesawat terbang yaitu fitur autopilot. Namun masalahnya adalah jalur lalu lintas penerbangan yang kondisinya berbeda jauh dengan jalur lalu lintas darat yang dilewati oleh mobil. Meskipun begitu, para peneliti terus mengembangkan dengan melakukan uji coba.

Dalam mobil kendali otomatis ini, yang diteliti dan dikembangkan adalah kemampuan artificial intelligence. Bahasa awam yang mungkin bisa memudahkan untuk mengerti istilah ini adalah kemampuan intellegensi seperti analisa dan mengambil keputusan yang diproses oleh mesin. Dengan kemampuan ini, maka peran manusia dalam memegang kendali kendaraan mobil dapat dipangkas hingga sama sekali tidak memegang kendali.

Sampai saat ini, bisa dikatakan belum ada kendali mobil yang sepenuhnya otomatis. Namun paling tidak teknologi ini sudah bisa mencapai kendaraan level 3 dimana sebagian otomatis dan sebagian lagi manual. Teknologi ini masih terus diteliti dan dikembangkan untuk mencapai level selanjutnya.

Dalam pengujiannya, tidak jarang tetap terjadi kesalahan hingga kecelakaan. Meskipun persentasenya lebih kecil daripada keberhasilannya. Nah, tidak jarang, aspek pengujiannya ini juga melibatkan manusia yang jika terjadi kecelakaan akan ikut menanggung resikonya.

Nah, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk orang yang percaya dengan kemampuan teknologi otomasi ini? Semoga informasi ini bisa memberikan wawasan menarik untuk Anda. Simak berbagai ulasan seputar otomotif di Honda Lombok mobil NTB.